Minggu, 20 Mei 2012

Definisi Keracunan


Latar Belakang Masalah
Keracunan merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bahan organik ataupun bahan anorganik yang masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan tidak normalnya mekanisme di dalam tubuh. Akibat-akibat dari keracunan dapat menurunkan kesadaran bahkan pada kasus-kasus tertentu dapat menyebabkan kematian, jika cara penanganan yang salah. Keracunan seperti yang diketahui masyarakat luas, hanya menyerang bagian saluran pencernaan saja. Namun sebenarnya keracunan dapat menyerang saluran pernafasan juga. Misalnya keracunan akibat menghirup gas beracun yang dapat menyebabkan kepala pusing, dan mual. Pada banyak kasus yang ada akibat keracunan sebagai “first stander” dapat melakukan pertolongan pertama bagi setiap orang yang mengalami atau menjadi korban keracunan.
Pada makalah ini akan dibahas tentang bagaimana cara bagi penolong pertama apabila menemui korban yang menderita keracunan, apa sajakah tindakan yang harus kita lakukan. Selain itu akan dibahas pula tata cara penanggulangannya jika sudah melewati masa kritis (keracunan). Dengan dibahasnya tentang tata cara pertolongan pertama dan cara penanggulangan terhadap korban keracunan penulis berharap agar tingkat kesalahan dalam menolong dan penaggulangan dapat dibuat seminimal mungkin.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat diambil adalah bagaimana cara menolong orang yang keracunan jika sebagai first stander, hal apa sajakah yang harus dilakukan saat berada di tempat kejadian.
Tujuan Masalah
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai menambah pengetahuan pembaca tentang penyebap, gejala, dan pertolongan pertama bagi korban keracunan.




Definisi Keracunan
Keracunan ialah kesan kemasukan bahan "substance" sama ada semulajadi atau sintetik ke dalam tubuh manusia (ong kok meng)
Keracunan adalah masuknya suatu zat kedalam tubuh kita yang dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Keracunan adalah masuknya zat atau subtansi ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan ketidak normalan mekanisme dalam tubuh.
seseorang dicurigai menderita keracunan bila :
1. Seorang yang sehat mendadak sakit.
2. Gejalanya tak sesuai dengan suatu kadaan patologik tertentu.
3. Gejalanya menjadi cepat karena dosis yang besar.
4. Keracunan kronik diduga bila penggunaan obat dalam waktu yang lama atau lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia.

Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk :
  1. Padat, misalnya obat-obatan, makanan
  2. Gas, misalnya CO
  3. Cair, misalnya alcohol, bensin, minyak tanah, zat kimia.
Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara :
  1. Tertelan melalui mulut, keracunan makanan, minuman.
  2. Terhisap melalui hidung, misalnya keracunan gas CO
  3. Terserap melalui kulit/mata, misalnya keracunan zat kimia


Berikut ini adalah Macam-Macam Keracunan yang sering terjadi di masyarakat
1.Keracunan Alkohol
Gejala keracunan alkohol :
  1. Kekacauan mental
  2. Pupil mata dilatasi (melebar)
  3. Sering muntah-muntah
  4. Bau alkohol
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal :
1. Upayakan muntah bila pasien sadar
2. Pertahankan agar pernapasan baik
3. Bila sadar, beri minum kopi hitam
4. Bawa ke sarana kesehatan
2. Keracunan asetosal/aspirin/naspro
Gejala keracunan asetosal/aspirin/naspro :
  1. Nafas dan nadi cepat
  2. Gelisah
  3. Nyeri perut
  4. Muntah (sering bercampur darah)
  5. Sakit kepala
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
  1. Upayakan pertolongan dengan membuat nyaman pasien
  2. Bila sadar beri minum air atau susu
  3. Bawa ke sarana kesehatan

3. Keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya
Gejala keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya :
  1. Refleks berkurang
  2. Depresi pernapasan
  3. Pupil kecil à akhirnya dilatasi (melebar)
  4. Shock à bisa koma
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan Pertama :
  1. Bila penderita sadar, berikan minum hangat serta upayakan agar penderita muntah
  2. Bila penderita tidak sadar, bersihkan saluran pernapasan
  3. Penderita dibawa ke sarana kesehatan terdekat
4.Keracunan arsen/racun tikus :
Gejala keracunan arsen/racun tikus :
  1. Perut dan tenggorokan terasa terbakar
  2. Muntah, mulut kering
  3. Buang air besar seperti air cucian beras.
  4. Nafas dan kotoran berbau bawang
  5. Kejang à syok
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
  1. Usahakan agar dimuntahkan
  2. Beri minum hangat /susu atau larutan norit
  3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
5.Keracunan bensin/minyak tanah
Gejala keracunan bensin/minyak tanah :
  1. Inhalasi : nyeri kepala, mual,lemah, sesak nafas
  2. Ditelan : Muntah,diare, sangat berbahaya jika terjadi aspirasi (terhisap saluran pernafasan)
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
  1. Jangan lakukan muntah buatan
  2. Beri minum air hangat
  3. Segera kirim kepuskesmas/rumah sakit
6.Keracunan makanan laut
Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting, rajungan dan ikan lautnya dapat menyebabkan keracunan ;
Gejala :
  1. Masa laten 1/3 – 4 jam
  2. Rasa panas disekitar mulut
  3. Rasa baal pada ekstremitas
  4. Lemah
  5. Mual, muntah
  6. Nyeri perut dan diare
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
  1. Netralisir dengan cairan
  2. Upayakan muntah

7.Keracunan jengkol
Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam jengkol dalam saluran kencing. Ada beberapa hal yang diduga mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu jumlah yang dimakan, cara penghidangan dan makanan penyerta lainnya.

Gejala :
  1. Nafas, mulut dan air kemih penderita berbau jengkol
  2. Sakit pinggang yang diserta sakit perut
  3. Nyeri waktu buang air kecil
  4. Buang air kecil disertai darah.
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
  1. minum air putih yang banyak
  2. Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakitnya.
  3. Segera kirim ke puskesmas / rumah sakit
8.Keracunan jamur
Gejala alam yang muncul dalam jarakbeberapa menit sampai 2 jam.
Gejala :
  1. Sakit perut
  2. Muntah
  3. Diare
  4. Berkeringat banyak
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
  1. Netralisasi dengan cairan
  2. Upayakan pasien muntah
  3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
9.Keracunan Makanan
Penyebab adalah staphylococcus. Seringkali menyebabkan keracunan dengan masa laten 2-8 jam.


Gejala :
  1. Mual, muntah
  2. Diare
  3. Nyeri perut
  4. Nyeri kepala, demam
  5. Dehidrasi
  6. Dapat menyerupai disentri

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
  1. Muntah buatan
  2. Beri minuman yang banyak
  3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
Prinsip penatalaksanaan keracunan
Mungkin jika kita harus menghapalkan langkah-langkah yang harus dilakukan seperti tertera di atas, barangkali akan sulit, tapi prinsip utama penatalaksanaan keracunan adalah:
Mencegah /menghentikan penyerapan racun.
A. Bila Racun ditelan, prinsipnya cuma dua:
  1. Encerkan racun yang ada dalam lambung, sekaligus menghalangi penyerapannya dengan cara memberikan cairan dalam jumlah banyak. Cairan yang dipakai adalah air biasa atau susu. Pengenceran dengan susu tidak boleh dilakukan pada penderita yang menelan kamper.
  2. Upayakan pasien muntah (emesis), efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah racun ditelan. Dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan merangsang dinding faring dengan jari atau suruh penderita untuk berbaring tengkurap, dengan kepala lebih rendah dari pada bagian dada. Emesis tidak boleh dilakukan pada keracunan zat korosif, keracunan zat kerosene, serta pada penderita tidak sadar.
    Tindakan di atas tidak boleh dilakukan pada pasien yang tidak sadar. Segera bawa ke Rumah Sakit.

B. Bila racun melalui kulit/mata
  1. Pakaian yang terkontaminasi dilepas
  2. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air
  3. Perhatikan jangan sampai penolong ikut terkena.
C. Segera bawa ke Rumah Sakit,.
Apabila kita membawa ke Rumah sakit, maka tindakan kuras lambung tidak bisa dilakukan. Dan pengobatan biasanya hanya penanganan simptomatiknya saja.
Air kelapa sebagai penawar racun
Air kelapa selain mengandng berbagai ion yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, juga memiliki kemampuan untuk menawarkan racun yang masuk kedalam tubuh. Air kelapa ini sudah lama digunakan oleh nenek moyang untuk mengobati berbagai penyakit seperti: panas dalam,demam,kekurangan cairan.
Selain itu ,air kelapa juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan obat. Keracunan obat ini dapat menimbulkan berbagai gejala dan tanda (symptom and sign) mulai dari urtikaria, syndrom steven johnson (SJS). Di mana pada keadaan ini timbulnya berbagai kelainan pada kulit yaitu keluarnya bintik bintik kemerahan dan terasa gatal. Selain itu gejala keracunan obat lainnya pada keadaan lebih berat menimbulkan syok anafilaktik yang membahayakan keselamatan jiwa penderita. Gejala mulai dari ringan sampai berat seperti: penglihatan teraa gela, tekanan darah menurun, denyut nadi cepat sampai menimbulkan hilangnya kesadaran. Dan bila tidak ditangani segera akan menimbulkan kematian. Keracunan obat ini dapat terjadi dimana saja bila kita mengalami hal tersebut atau ada orang lain yang mengalami keracunan obat, cara yang terbaik adalah dengan membawa orang tersebut ke rumah sakit segera. Di fasilitas kesehatan biasanya sudah disediakan berbagai obat yang dapat digunakan untuk mengatasi syock anafilaktik ini. Akan tetapi apabila hal tidak dapat dilakukan cara yang terbaik adalah dengan meletakan kepala lebih rendah dari anggota badan lainnya (posisi trendelenburg). Posisi ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan prefusi di dalam jaringan otak. Tindakan selanjutnya adalah dengan memberi minum orang tersebut dengan air kelapa, penggunaan air kelapa ini baik untuk mengatasi berbagai keracunan uang disebabkan oleh obat.
Keracunan pada cabaang olahraga
Saat tubuh dalam keadaan tidak fit (sehat) namun tetap diusahakan untuk melakukan aktivitas olahraga lari (jogging) di ruangan yang terbuka,khususnya di jalan raya, maka kita akan menghirup oksigen yang bercampur dengan karbondioksida (CO2). Sehingga dapat mengakibatkan pusing karena suplai darah ke otak menjadi berkurang. Selain itu kita dapat saja menghirup asap yang dapat merangsang pengeluaran cairan yang ada disaluran pernafasan kita, sehingga dapat menyumbat saluran pernafasan dan dapat membuat kita sesak bernafas.

















KESIMPULAN
Keracunan merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh masuknya suatu bahan-bahan organik maupun anorganik ke dalam tubuh sehingga mengakibatkan tidak normalnya mekanisme dalam tubuh. Dan dampak atau akibat dari keracunan itu bisa menyebabkan menurunya kondisi tubuh atau tudak fitnya kondisi badan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara mengeluarkan atau memuntahkan makanan apabila terjadi keracunan makanan, dan memberikan udara yang segar bagi yang menderita keracunan gas.

















DAFTAR PUSTAKA
Keracunan. 1993. Perawatan Dini Penderita Keracunan. The Committe on Toxic:
American College of Surgeon. Di alihbahasakan Yayasan Essentia
Medica, Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica.
Hendrotomo. 1986. Keracunan dan Penaggulangannya – 1
PCCMI. SA.1., Jakarta: Konas – PCCMI SA.1.

Sabtu, 19 Mei 2012

makalah Tentang SEL dan JARINGAN


Latar Belakang
Reproduksi   sel   merupakan suatu contoh  lain dari peran  yang dimainkan  oleh system DNA-genetik, di  dalam seluruh   proses kehidupan. Gen dan mekanisme pengaturan menentukan karakteristik  pertumbuhan sel dan juga kapan sel-sel ini membelah diri  atau  apakah  untuk  membentuk sel-sel baru. Dengan cara  ini, semua system genetic yang penting dapat mengendalikkaan setiap tahap perkembangan manusia mulai dari sel tunggal ovum yang sudah dibuaahi sampai seluruh tubuh yang berfungsi. Jadi, bila ada tema dasar kehidupan, maka tema dasar iitu adalah system DNA-genetik. Pada makalah ini akan dibahas mengenai siklus kehidupan sel dan diferensiasi sel juga proses-proses yang terjadi yang berkaitan dengan reproduksi sel.
Sedangkan jaringan adalah kumpulan dari beberapa sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Dalam tubuh manusia terdapat atau dibagi dalam beberapa kelompok jaringan : jaringan pengikat, jaringan otot, jaringan epithelium, dan jaringan tulang. Jaringan-jaringan ini dikelompokan karena berdasarkan fungsi yang sama. Misalnya jaringan epitel yang terdiri atas selapis sel epitel saja, yang berfungsi atau terletak di bagian luar tubuh untuk membungkus jaringan yang terdapat di dalam tubuh.
Rumusan Masalah
            Dari latar belakang di atas dapat kita ambil sebuah latar brlakang masalah: apakah dan bagaimanakah fungsi sel dan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia.
Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas matakuliah fisiologi yang di bimbing oleh Moch. Yunus dan untuk memahami struktur dan fungsi sel dan jaringan.





PEMBAHASAN

I.                   SEL
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organismeeukariota. Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.
Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C = 3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.
Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi gamet haploid. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X, sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi  fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.
Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian, antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Banyaknya ploidipada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis

Perkembangan sel
Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme multiselular lainnya, kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oositdan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. Pada tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Selang berjalannya tahap perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja, dengan kapasitas unipoten.
Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel, diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara genetik, sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.
Proses pembelahan sel
Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik). Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.
Fase pada siklus sel
1.    Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
2.    Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
3.    Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
1.   Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
2.   Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
3.   Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.
Diferensiasi sel
Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.
Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi.
Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.
Morfogenesis
Pengekspresian gen itu sendiri memengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:
Proliferasi sel
menghasilkan banyak sel dari satu sel
Spesialisasi sel
menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda
Interaksi sel
mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya
Pergerakan sel
menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ
Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel. Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio



Apoptosis
Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel, sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel, yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal.
Struktur sel
Sel eukariota
Secara umum setiap sel memiliki
§  sitoplasma, dan
§  inti sel atau nukleus.
Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.
Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah
§  mitokondria (kondriosom)
§  badan Golgi (diktiosom)
§  plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan kromoplas)
§  vakuola (khusus tumbuhan)
Sel prokariota
Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.





II.                JARINGAN
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat  bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentukorgan. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakitadalah histopatologi.
Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga ("ganggang") dan fungi ("jamur"), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumut dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
§  Jaringan epitelium.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam:
1. Eksotelium: epitel yang membungkus bagian luar tubuh
2. Endotelium: epitel yang melapisi organ dalam tubuh
3. Mesotelium: epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelium yakni:
a. Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
b. Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
c. Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
d. Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
e. Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
f. Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
g. Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
h. Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
g. Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan
1.      Jaringan pengikat.
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
2.      Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
3.      Jaringan saraf.
adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
4.      Jaringan penyokong
adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk tubuh













                                                                                                           

PENUTUP

                                             KESIMPULAN

Hal-hal yang dapat disimpulkan dari diferensiasi sel adalah : Karakteristik khusus pertumbuhan sel dan pembelahan sel adalah direrensiasi sel,yang berarti  perubahan sifat fisik   dan fungsi sel sewaktu sel berproliferasi dari embrio untuk membentuk struktur tubuh yang berbeda-beda.Teori yang  paling awal dan   paling  sederhana untuk menjelaskan     diferenssiasi adalah bahwa kemposisi genetic dari nucleus  mengalami perubahan  selama generasi selberikutnya dalam cara yang sedemikian rupa sehingga satu sel anak mewarisi sebuah perangkat gen yang berbeda dari sel anak yang lain. Teori ini sekarang sudah disangkal dalam banyak hal tetapi dilukiskan paling baik. Jaringan merupakan kumpulan dari beberapa sel yang memiliki bentuk danstruktur yang sama. Yang menempati bagian bagian tersendiri didalam tubuh.